Blog ini sengaja saya buat untuk membantu Seluruh Trader Indonesia agar Hidupnya jauh Lebih Kaya, Lebih Baik dan Lebih Sejahtera, Terimakasih atas Masukan, Kritik dan Saran yang Anda Berikan, dan Mohon Maaf apabila ada isi dari blog anda yang tercopypaste ke blog ini, dengan hati tulus saya katakan blog ini bukan untuk memperkaya diri tapi untuk saling membantu

Senin, 10 November 2014

Belajar Tentang Chart

Posted by kasgab on 22.56 with 1 comment

      1: Symmetrical Triangle Pattern

Segitiga simetris dapat dicirikan sebagai area dimana pasar berada dalam keadaan bimbang. Pasar berhenti bergerak dan arah pergerakan selanjutnya masih dipertanyakan. Biasanya, kekuatan penawaran dan permintaan pada saat itu dianggap hampir sama.
Berikut adalah ciri-ciri dari sebuah Symmetrical Triangle Pattern:
  • Upaya untuk mendorong harga naik lebih tinggi dengan cepat bertemu dengan kekuatan Seller, sementara penurunan dipandang sebagai kekuatan penawaran.
  • Setiap Lower Highs dan Higher Lows yang terbentuk menjadi semakin mengecil daripada sebelumnya, dan menjadi bentuk segitiga menyamping. (Biasanya akan diikuti dengan adanya kecenderungan berkurangnya volume selama periode ini.)
  • Pada akhirnya, kebimbangan pasar ini bertemu dengan sebuah keputusan yang akan menerobos keluar dari formasi ini (seringkali dibarengi dengan terjadinya volume yang besar).
Pola ini banyak muncul sebagai sebuah pola penerus trend baik pada trend menaik atau pada tren menurun. Secara teknis, kita harus mampu mengidentifikasi trend yang terjadi sebelum pola ini muncul, untuk dapat memperkirakan kelanjutannya.


2: The Ascending Triangle Pattern

Ascending Triangle adalah variasi dari symmetrical triangle. Ascending Triangle umumnya dianggap sebagai bullish dan paling dapat diandalkan saat ditemui dalam sebuah uptrend. Garis atas segitiga terlihat mendatar, sedangkan bagian bawah segitiga membentuk garis miring ke atas.
Berikut adalah ciri-ciri dari sebuah Ascending Triangle Pattern:
  • Dalam pola segitiga ini, harga menjadi overbought dan berbalik turun.
  • Buyer kemudian kembali memasuki pasar dan harga segera kembali ke level tertinggi sebelumnya, di mana setelah itu sekali lagi berbalik turun.
  • Buyer kemudian muncul kembali, meskipun dimulai pada level yang lebih tinggi dari sebelumnya sehingga membentuk higher low.
  • Harga akhirnya melakukan break pada garis atas dari pola ini dan didorong untuk naik lebih tinggi oleh masuknya buyer yang baru pada level ini. (Seperti dalam kasus symmetrical triangle, breakout umumnya disertai dengan peningkatan dalam volume.)
Karena ini adalah pola penerus atau continuation pattern, maka yang diharapkan adalah terjadinya break pada resisten level, dan jika yang di break adalah supportnya, maka dapat dikatakan bahwa pola ini menjadi gagal.

3: The Descending Triangle Pattern



Descending Triangle (segitiga menurun), juga merupakan variasi dari pola Segitiga Simetris/Symmetrical Triangle. Pola ini umumnya dianggap sebagai sebuah bearish, dan biasanya dapat ditemukan pada sebuah trend menurun.
Tidak seperti Ascending Triangle pattern, kali ini bagian bawah dari chart yang membentuk segitiga, terlihat menjadi garis mendatar. Sisi atas dari segitiga membentuk garis menurun. Harga jatuh ke titik dimana harga menjadi oversold.
Berikut adalah ciri-cirinya:
  • Buyer mencoba masuk pada harga rendah, sehingga harga menjadi naik.
  • Harga yang naik, menarik para seller untuk masuk sehingga harga kembali turun menguji kembali titik low sebelumnya.
  • Buyer sekali lagi mencoba masuk kedalam pasar, mengakibatkan harga kembali naik dan sekali lagi menarik lebih banyak seller untuk masuk.
  • Seller kemudian mengambil alih dan menekan harga untuk turun lebih rendah dari titik low sebelumnya, saat buyer tergesa-gesa membuang posisi mereka.
  • Dalam pola ini akan terlihat resisten membentuk lower highs dan support berupa constant lows, yang jika ditarik garis akan membentuk sebuah segitiga yang menurun.
  • Seperti halnya pada segitiga simetris dan Ascending Triangle, volume cenderung berkurang pada saat proses pembentukan pola, dan meningkat pada saat melakukan break di titik terendah sebelumnya.

Karena ini adalah pola penerus atau continuation pattern, maka yang diharapkan adalah terjadinya break pada support level, dan jika yang di break adalah resisten, maka dapat dikatakan bahwa pola ini menjadi gagal atau akan membentuk pola baru.


4: The Wedge Formation Pattern



Pola wedges, sepintas menyerupai Symmetrical Triangle pattern, dimana memiliki trendline yang saling berlawanan dan bertemu pada satu ujung. Namun wedges terlihat berbeda pada kemiringan garisnya, baik keatas ataupun kebawah.
Seperti juga pada pola segitiga lainnya, volume akan cenderung menurun selama proses pembentukan pola, dan meningkat saat pola di-break..
Berikut adalah ciri-ciri dari formasi Wedge:
  • Falling Wedge umumnya dianggap sebagai sebuah bullish, dan biasanya ditemukan pada sebuah uptrend. Namun pola ini juga bisa ditemukan pada sebuah downtrend. Namun implikasinya tetap dianggap sebagai sebuah bullish.
  • Pola ini ditandai dengan terbentuknya serangkaian Lower Highs dan Lower Lows
  • Rising Wedge umumnya dianggap sebagai sebuah bearish dan biasanyan ditemukan pada sebuah downtrend. Namun bisa juga ditemukan dalam sebuah uptrend meskipun implikasinya tetap dianggap sebagai sebuah bearish.
  • Rising Wedge ditandai dengan terbentuknya serangkaian Higher Highs dan Higher Lows.
  • Pola ini juga merupakan sebuah konsolidasi untuk meneruskan trend/continuing trend.


5: Flags and Pennant Patterns



Flags dan Pennants dapat digolongkan sebagai sebuah pola penerus trend. Pola ini biasanya menggambarkan jeda singkat dalam pergerakan yang dinamis. Biasanya terlihat setelah pergerakan besar yang cepat. Pasar kemudian biasanya akan kembali melanjutkan pergerakan dengan arah yang sama seperti sebelumnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa pola-pola ini adalah merupakan pola penerus trend yang paling dapat diandalkan.
Berikut adalah ciri-ciri dari pola Flag dan Pennant:
  • Bullish Flag ditandai dengan terbentuknya Lower Highs dan Lower Lows, dengan pola miring berlawanan dengan trend. Namun tidak seperti pola Wedges, pola Flag memiliki trendline yang sejajar.
  • Bearish Flag terbentuk dari Higher Highs dan Higher Lows. Bear Flag juga memiliki kecenderungan untuk miring berlawanan dengan trend, dengan kedua trendline sejajar.
  • Pennant terlihat sangat mirip dengan Symmetrical Triangle pattern, namun Pennant biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil, baik dari segi size (volalilitas), maupun durasi.
  • Volume biasanya mengecil selama proses pembentukan dan meningkat tajam saat terjadinya breakout.

6: The Rectangles Pattern



Pola Rectangles atau juga disebut Channel, umumnya dianggap sebagai pola penerus trend. Pola ini secara mudah diidentifikasi dari adanya dua highs yang sama dan dua lows yang sama. Titik - titik high dan low dapat dihubungkan menjadi dua garis sejajar yang membentuk garis atas dan bawah dari sebuag persegi panjang. Pola rectangles seringkali disebut sebagai rentang perdagangan, zona konsolidasi atau daerah kemacetan.

Ada banyak kesamaan antara Rectangles dengan Symmetrical Triangle. Selain karena keduanya merupakan pola penerus trend, keduanya juga dapat menandai top dan bottom sebuah trend secara signifikan. Seperti halnya pola chart lainnya, pola rectangle akan lengkap saat terjadi breakout.

Berikut adalah ciri-ciri Rectangles:
  • Untuk memenuhi syarat sebagai pola kelanjutan, trend sebelumnya harus jelas ada. Idealnya trend memiliki periode yang cukup, namun belum mencapai akhirnya/klimaks. Semakin trend mendekati titik akhir, maka makin sedikit kesempatan pola ini akan menandakan kelanjutan.
  • Setidaknya ada empat point: dua highs yang setara untuk membentuk garis resisten, dan dua lows yang setara untuk membentuk garis support. Tidak harus persis sama, namun setidaknya memiliki jarak yang wajar. Meskipun bukan syarat mutlak, akan lebih baik jika highs dan lows terjadi bergantian.
  • Berbeda dengan pola segitiga, rectangle tidak menunjukkan volume yang standar. Volume akan naik turun seiring dengan berkembangnya pola. Namun pada saat terjadinya breakout, biasanya volume juga akan meningkat.
  • Durasi terbentuknya pola idealnya semakin lama harga bergerak dalam pola rectangle, maka breakout yang terjadi juga akan lebih signifikan.

Categories:

1 komentar:

  1. Pilihan untuk bertindak untuk mencapai apa yang Anda inginkan sepenuhnya terserah Anda. Tidak ada persyaratan - hanya kebebasan memilih.

    Tim Unichange.me terus bekerja untuk menyediakan Anda dengan berbagai arah pertukaran untuk menjamin Anda banyak pilihan untuk menjalankan pertukaran Anda.

    Temukan pilihan, pelajari, dan tentukan pilihan Anda! Tim kami selalu siap melayani Anda untuk memandu Anda melalui pertukaran Anda .

    BalasHapus